TOLAK KORUPSI
25 Juli 2025
DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
Kabupaten Sidoarjo
Sebagai bentuk optimalisasi pelayanan publik, Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo melaunching program Sistem Informasi Tata Ruang Sidoarjo (Si-Tarjo). Ini merupakan program layanan publik berbasis aplikasi digital dan gespasial yang memberikan kemudahan masyarakat mengakses informasi tetang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sidoarjo.
Program layanan publik Si-Tarjo yang dikelola Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) Kab. Sidoarjo telah dilaunching di Ballroom Hotel Aston Sidoarjo, pada Kamis (18/7) siang. Hadir di antaranya, M. Bachruni Aryawan, Kepala Dinas P2CKTR Sidoarjo dan Rudi Setiawan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Sidoarjo serta M. Machmud, Assisten Perekonomian Setda Kab. Sidoarjo yang sekaligus mewakili Plt Bupati Subandi.
Sementara dari pihak legislatif, hadir Ketua DPRD H. Usman M.Kes bersama Wakil Ketua DPRD Emir Firdaus. Keduanya hadir sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam acara peluncuran program aplikasi layanan berbasis elektronik (sistem online) Si Tarjo yang diikuti berbagai komponen masyarakat, para stakeholder, termasuk kalangan pengusaha properti, perdagangan, dan jasa maupun dunia industri.
Sehingga dengan adanya aplikasi ini, diharapkan masyarakat dapat mendapatkan informasi secara detail dan akurat.
peluncuran aplikasi Si Tarjo merupakan bentuk tanggungajawab pemerintah dalam meningkatkan pelayanan masyarakat. Ini juga seiring tuntutan masyarakat atas pentingnya keterbukaan informasi publik yang dapat diakses dengan mudah.
“Dengan layanan informasi berbasis elektronik ini, tentunya masyarakat tidak perlu lagi berkirim surat untuk mendapatkan informasi terkait RTRW Sidoarjo. Cukup mengklik aplikasi itu, maka sudah dapat mengakses semua informasi yang diinginkan,” ujar Pak Bachruni
Pihaknya menyadari jika dalam meningkatkan layanan publik dengan memanfaatkan aplikasi informasi berbasis elektronik ini masih ada kelemahan dalam operasionalnya. “Sambil berjalan, kami pasti terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan sehingga layanan publik berbasis online ini betul betul berjalan optimal dinikmati masyarakat,” ujar Pak Bachruni